Keluarga Drakula dan Vampire sedang galau. Dimana-mana keluarga penghisap darah ini diburu dan dibantai. Sekarang tinggal sang Bapak dan anaknya. Bapak Drakula: "Nak, sekarang kita tinggal berdua. Cuma kamu satu-satunya penerus Keluarga Penghisap Darah. Agar kamu tidak dihukum, maka Bapak harus ikut berperang bersama pasukan Raja melawan pasukan musuh. Kupercayakan kelanjutan keturunan Penghisap Darah kepadamu anakku. Aku telah memohon kepada Sang Kegelapan untuk melindungimu dan mengabulkan 3 kali permintaanmu. Jaga dirimu baik2 dan upayakan agar keturunan Penghisap Darah bisa kekal." Sang ayah ikut berperang. Tak lama kemudian terdengar kabar, Drakula gugur di medan perang. Mendengar berita itu, masyarakat langsung menyerbu Puri Drakula. Sang anak yang terjebak dan tak dapat melolosksan diri hanya bisa berdoa: "Wahai Sang Gelap, selamatkan aku, agar keturunan Penghisap Darah tidak punah". Tiba2 dia mendengar suara: "Pejamkan matamu. Akan kukabulkan permintaan pertamamu". Dia memejamkan mata dan merasa terjadi perubahan pada dirinya, lalu bertanya: "Sang Gelap, engkau jadikan aku apa ini ?" Lalu terdengar jawaban: "Jangan takut. Engkau tetap mahluk Penghisap Darah. Agar bisa selamat kujadikan kau ... NYAMUK". Setelah para penyerangnya meninggalkan puri, Sang Nyamuk merasa lapar. Lalu ia terbang ke rumah salah seorang warga dekat puri. Karena merasa aman dan memang sedang lapar, ia menghisap darah korbannya dengan lahap sehingga kekenyangan dan tak mampu terbang lagi. Sehingga ketika terlihat oleh si korban, kontan tangannya diayunkan ke sang Nyamuk. Melihat itu sang Nyamuk berfikir: " Wah, tamatlah riwayatku. Punah sudah keturunan Penghisap Darah." Kemudian dia teringat janji Sang Gelap yang akan mengabulkan 3 kali permohonannya. Karena itu dia meminta: "Wahai Sang Gelap, selamatkan aku. AKu sudah pernah berbentuk manusia kemudian nyamuk, namun tetap mudah dibinasakan. Jadi, jangan jadikan aku berbentuk manusia atau nyamuk. Agar saya dapat meneruskan keturunan Penghisap Darah." Kemudian terdengar suara "Tutup matamu. Kukabulkan permintaanmu yang kedua". Ketika membuka matanya sang Nyamuk bingung. Dia tak melihat, karena gelap. Dan tempatnya terasa sesak. "Sang Gelap, kau jadikan apa aku kali ini?". "Kau kujadikan kutu busuk. Kau tetap menjadi mahluk penghisap darah. Kaupun lebih aman, karena bentukmu kecil dan sulit ditemukan oleh manusia yang menjadi musuhmu". Kemudian keturunan terakhir dan satu-satunya dari mahluk Penghisap Darah ini, tak dapat menahan rasa laparnya. Maka ketika penghuni rumah tertidur, perlahan dia keluar dari persembunyiannya dan mulai menghisap darah korbannya. Lagi-lagi karena laparnya sehingga dia kurang hati-hati sehingga tertangkap oleh korbannya. Ketika akan dibunuh, dia berdoa "Wahai sang Gelap, selamatkan aku". Terdengar suara "Baiklah, akan kukabulkan permintaanmu yang ketiga sekaligus yang terakhir". Sang Kutu berkata lagi: "Jangan jadikan aku berbentuk manusia, nyamuk ataupun kutu yang gampang dibinasakan oleh para musuhku. Jadikan aku dalam bentuk yang lain". Sang Gelap menjawab: "Baiklah kukabulkan permintaanmu. Tutuplah matamu." Ketika membuka matanya, Sang Pewaris dan Penerus Tunggal keturunan Penghisap Darah ini terkejut dan bingung. Tempatnya cukup gelap. Namun tak segelap di bawah kasur ketika menjadi kutu. Setelah beradaptasi sebentar, dia mulai memperhatikan sekelilingnya. Dirasakannya dirinya berada ditempat yang agak rimbun, bersemak dan berumput halus yang mirip benang sutra. Ada pula semacam tabir transparan yang mengelilinginya. Agak ke tengah dari lembah yang rimbun itu ada semacam celah. Mungkin jurang, pikirnya. Kemudian dia bertanya "Wahai Sang Gelap, engkau jadikan apa aku, kali ini ?". Sang Gelap tertawa lalu berkata: "Wahai Sang Penerus Tunggal keturunan Penghisap Darah. Senangkanlah hatimu. Aku telah mengabulkan permintaanmu dan memenuhi harapanmu. Engkau tetap menjadi mahluk Penghisap Darah. Namun sekarang engkau tak perlu takun akan musuh-musuhmu, karena sekarang engkau kujadikan mahluk yang tidak dapat mati. Jadi engkau adalah penghisap darah yang tidak dapat dibunuh." Betapa senang hatinya Sang Penerus ini. "Terima kasih Sang Gelap. Cuma saya ingin tahu, kau jadukan apa aku kali ini ?" " Sang Gelap menjawab: "Wahai penerus tunggal Penghisap Darah, engkau kujadikan mahluk penghisap darah yang disebut dengan ..... Softex. Mulai saat ini, setiap hari akan semakin banyak kaummu. Jadi engkau berhasil melaksanakan tanggung jawabmu sebagai penerus mahluk Penghisap Darah. Selamat." Demikianlah sejarah terciptanya alat bantu wanita yang disebut Softex. Semoga dapat menambah pengetahuan sejarah kita. Labels: dracula, perempuan, softex, vampie, wanita |